Sat. Sep 18th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

3 Negara Ini Dilanda Protes Pembatasan-Vaksinasi Corona

3 min read

Jakarta –

Pembatasan Corona hingga aturan vaksin memicu gelombang protes dari sejumlah warga di negara-negara di dunia. Negara-negara tersebut antara lain seperti Australia, Yunani hingga Prancis.

Diketahui lonjakan kasus COVID-19 memang sedang melanda negara-negara di dunia. Terlebih dengan munculnya varian baru yang lebih cepat menular, yakni varian Delta.

detikcom merangkumkan sejumlah kabar terkait negara yang dilanda protes pembatasan-vaksinasi corona:

 

Masyarakat dari dua kota terbesar di Australia berkumpul guna memprotes lockdown yang diterapkan untuk mengendalikan penularan infeksi virus Corona pada Sabtu (24/7). Beberapa demonstran ditangkap di Sydney setelah bentrokan dengan polisi.

Sebuah kelompok menyerang petugas berkuda sambil melemparkan tanaman pot dan botol, saat para penentang lockdown di Sydney turun ke jalan. Sementara di kota Melbourne, media lokal melaporkan ribuan pengunjuk rasa tanpa masker memadati jalan-jalan setelah berkumpul di luar gedung parlemen negara bagian pada sore hari.

Aksi ini dilakukan sehari setelah pihak berwenang menyarankan pembatasan dapat tetap berlaku hingga Oktober mendatang.

Penyelenggara menyebut aksi protes itu sebagai unjuk rasa “kebebasan” dan mempublikasikannya di halaman media sosial yang sering digunakan untuk menyebarkan disinformasi vaksin dan teori konspirasi.

Para peserta demo membawa tanda dan spanduk bertuliskan “Bangunlah Australia”, pesan yang juga digaungkan dalam aksi-aksi demonstrasi serupa di luar negeri.

Saat ini sekitar setengah dari 25 juta warga Australia tengah berada di bawah lockdown di beberapa kota. Kemarahan warga meningkat atas pembatasan dan kegagalan pemerintah konservatif untuk menyediakan pasokan vaksin yang memadai, dimana baru 11 persen dari total populasi yang sudah divaksinasi lengkap.

Prancis

Sekitar 161.000 orang melakukan demonstrasi di seluruh Prancis pada Sabtu (24/7). Mereka menentang pembatasan COVID-19 dan kampanye vaksinasi.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (25/7/2021), seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan jumlah demonstran bertambah dari seminggu sebelumnya yang hanya 114.000 orang. Bentrokan pun tak terhindarkan di salah satu pusat kota Paris.

Diketahui salah seorang pengunjuk rasa menabrak sepeda motor milik polisi. Setelah itu, polisi pun berusaha mendorong mundur para demonstran yang berada di dekat stasiun kereta api Gare Saint-Lazare

Polisi anti huru-hara bahkan menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang kian ricuh.

Bentrokan antara polisi dan demonstran juga pecah di jalan raya Champs-Elysees. Polisi juga sampai menembakkan gas air mata hingga menghentikan lalu lintas sementara.

Tak hanya Paris, protes serupa juga terjadi di kota-kota lainnya seperti Marseille, Montpellier, Nantes dan Toulouse. Hal ini bermula dari RUU terkait health pass (kartu khusus yang menunjukkan keterangan sehat dan telah divaksinasi) saat memasuki resto atau tempat tertentu, dan kewajiban vaksinasi bagi tenaga kesehatan yang akan dibahas para anggota parlemen.

Lebih dari 4.000 orang berkumpul di luar parlemen Yunani pada Sabtu (24/7). Mereka menentang vaksinasi wajib COVID-19 yang diatur untuk para pekerja, seperti staf tenaga kesehatan dan perawat.Yunani

Aksi yang sudah berlangsung 3 kali selama Juli ini diwarnai kericuhan. Hal ini bermula dari aksi pelemparan bom molotov ke arah polisi oleh beberapa pedemo. Polisi Yunani kemudian menembakkan gas air mata dan meriam air guna membubarkan para demonstran.

Usai kasus COVID-19 melonjak, pemerintah Yunani telah mewajibkan vaksinasi untuk para tenaga kesehatan dan staf panti jompo. Para guru juga didesak untuk menjalani vaksin menjelang awal tahun ajaran baru September mendatang.

Pada Sabtu (24/7) Yunani melaporkan hampir 2.500 kasus harian COVID-19. Dengan penambahan tersebut, total ada 474.366 kasus COVID-19 sejak awal pandemi, sementara ada 12.890 kematian.

Baca juga !