Tue. Apr 13th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

5 Tips Menjadi Shoutcaster ala Aldo “LuckasLauw” Putra

3 min read

Jakarta –

Shoutcaster, mungkin sering dilihat sebagai pekerjaan yang sepele, namun sejatinya memiliki tanggung jawab besar dalam prosesnya. Setidaknya itulah sedikit gambaran ‘Shoutcaster’ dari Aldo “LuckasLauw” Putra, mentor dari AOV Caster Idol (ACI) Season 2.

Tak hanya memiliki tugas untuk meramaikan acara, Shoutcaster juga harus bisa memberikan hiburan dan mengedukasi pemirsanya.

Melalui pembahasan kali ini, Aldo LuckasLauw akan memberikan beberapa 5 tips penting bagaimana kalian bisa menjadi Shoutcaster yang andal dalam acara Esports.

1. Percaya Diri

Kepercayaan diri adalah hal yang paling utama untuk dimiliki seorang Shoutcaster. Bukan hanya karena tampil secara langsung di depan kamera, namun kepercayaan diri tersebut akan membantu seorang Shoutcaster untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan mendetail.

Saat seorang Shoutcaster memiliki kepercayaan diri yang tinggi, ia bisa menganalisis dengan sangat baik dan memberikan prediksi yang akurat. Sehingga, pemirsa yang menonton acara tersebut dapat menyaksikan acara dengan nyaman.

Agar bisa memiliki kepercayaan diri yang tinggi adalah dengan berlatih berbicara di depan cermin. Dengan begitu kalian bisa lebih siap dan matang saat membawakan acara Live.

 

2. Eye Contact dengan Kamera

Saat kalian sudah mendengar hitungan mundur dari Floor Director dalam acara esports, kalian harus mempersiapkan diri dan menatap kamera untuk menyambut pemirsa yang menyaksikan di luar sana.

Menurut Aldo, Eye Contact dengan kamera merupakan salah satu hal yang sulit dilakukan oleh Shoutcaster Junior. “Ini adalah hal yang cukup sulit dilakukan, apalagi kita harus berbicara dengan kamera,” timpalnya saat dihubungi langsung oleh tim Garena.

Untuk meminimalisir rasa “tidak nyaman” tersebut, kalian bisa melihat sedikit lebih ke atas dari lensa kamera, atau kalian juga bisa sesekali menatap Partner Caster dan membuatnya jadi lebih natural.

 

3. Etika di Depan Kamera

Ketika menjadi seorang Shoutcaster, kalian harus membedakan tatanan bahasa yang digunakan dan juga perilaku di depan kamera. Dalam hal ini, kemampuan Public Speaking dan Soft Skills kalian akan sangat diperlukan untuk bisa menjaga etika di depan kamera.

Soft Skill sendiri merupakan kemampuan komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik dalam lingkungan ataupun dunia kerja, seperti dilansir dari The Balance Career.

Singkat kata, bahasa dan perilaku yang kalian tampilkan di depan kamera harus disesuaikan dengan standar penyiaran. Perbanyak kosa kata dengan rajin membaca agar bisa memberikan informasi dengan lebih variatif dan menarik.

4. Smiling Voice

Suara dan intonasi adalah hal yang sangat penting dalam dunia Shoutcaster. Karena tak hanya tampilan, pemirsa di rumah juga akan menilai melalui intonasi dan suara kalian.

Salah satu teknik yang mungkin bisa kalian lakukan adalah Smiling Voice. “Saat saya belajar sebagai seorang penyiar, saya dituntut untuk bisa menggunakan Smiling Voice. Ya, Smiling Voice merupakan keadaan di mana kalian berbicara dalam keadaan tersenyum,” ujar Aldo.

“Ketika kita menggunakan Smiling Voice, suara yang keluar memiliki intonasi yang lebih tinggi, ceria, dan menyenangkan. Hal ini dapat menularkan “kebahagiaan” kepada pemirsa yang mendengar suara kita. Dengan begitu, pemirsa yang menyaksikan acara tersebut di rumah akan menjadi semangat dan merasa senang,” tambahnya lagi.

 

5. Knowledge Game

Seorang Shoutcaster harus memiliki Knowledge Game yang sangat tinggi di dunia esports. Mereka dituntut untuk mengetahui seluk-beluk di dalam Game, seperti Genre, strategi, Skill, dan beberapa pengetahuan mendasar dari Game tersebut.

Seorang Shoutcaster tidak serta merta harus memiliki Ranking yang tinggi di dalam sebuah Game. Namun, ia harus bisa menganalisis Game dengan sangat baik dalam setiap situasi saat membawakan acara.

Dengan pendalaman Game yang sangat baik, seorang Shoutcaster bisa memprediksi hal-hal penting yang mungkin tidak diketahui oleh para pemirsanya.