Mon. Mar 1st, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Dividen Global Anjlok Rp 3.000 T Gegara Pandemi

2 min read

Jakarta –

Dividen global turun tajam pada 2020 akibat pandemi Corona (COVID-19). Pemotongan dan pembatalan dividen mencapai US$ 220 miliar setara Rp 3.097 triliun (kurs Rp 14.078) antara kuartal II-IV 2020.

Dikutip dari CNBC, Senin (22/2/2021) Menurut Indeks Dividen Global terbaru dari manajer aset Janus Henderson jumlah pembayaran investor menurun 12,2% menjadi US$ 1,26 triliun. Penurunan itu disebabkan lockdown dan pembatasan aktivitas bisnis selama pandemi.

Jumlah total dividen yang dibayarkan antara April dan Desember 2020 sebesar US$ 965,2 miliar. Pemotongan dividen paling parah terjadi di Inggris dan Eropa, keduanya menyumbang lebih dari setengah total pengurangan pembayaran secara global.

Di tempat lain secara global, Australia juga mengalami penurunan dividen. Sementara China, Hong Kong, Swiss hingga Kanada masuk sebagai negara-negara dengan ekonomi kinerja terbaik.

Meski dividen global 2020 dikatakan anjlok, penurunan tersebut tidak separah yang diperkirakan. Janus Henderson mencatat beberapa perusahaan seperti Sberbank di Rusia dan Volkswagen di Jerman memulihkan dividen yang ditangguhkan. Sementara, Essilor di Prancis, mengembalikan dividen pada level yang lebih rendah.

“Satu dari delapan perusahaan membatalkan pembayarannya sama sekali dan satu dari lima melakukan pemotongan, tetapi dua pertiga meningkatkan dividen mereka atau menahannya,” katanya.

Jika melihat untuk 2021, ketika vaksin COVID-19 diluncurkan, meningkatkan ekspektasi bahwa ekonomi dunia akan kembali pulih. Namun, Janus Henderson memperkirakan pembayaran dividen akan terus turun pada kuartal I-2021, meskipun penurunan tersebut cenderung lebih kecil daripada kuartal II-IV 2020.Pada basis sektoral, bank menyumbang sepertiga dari pengurangan dividen global berdasarkan nilai, dengan pemotongan dividen hampir US$ 54 juta dan U$ 34 juta dibatalkan dalam sektor industri, sementara produsen minyak memotong dan membatalkan dividen US$ 24 juta.

Skenario terbaik dari Janus Henderson melihat dividen 2021 naik 5% menjadi total US$ 1,32 triliun.