Sun. Feb 28th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Investor Wait and See Bunga BI, IHSG Diramal Kian Loyo

2 min read

IHSG Sesi II ---- Pejalan kaki melintas didepan layar elektronik perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (6/2). IHSG terpantau melemah 2,33% atau 153,75 poin ke level 6.435,92 di awal perdagangan sesi II. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/06/02/2018

Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi semakin lunglai pada perdagangan Rabu (17/7). Pelaku pasar akan bersikap menunggu (wait and see) hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga acuan besok.

Mengutip laman resmi BI, pejabat bank sentral menggelar rapat kebijakan moneter pada 17-18 Juli 2019. Dengan demikian,m BI baru akan mengumumkan kebijakan terbarunya besok.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan sikap pelaku pasar yang menahan transaksinya di pasar saham akan membuat pola gerak IHSG menjadi lebih terbatas dari sebelumnya. Alhasil, indeks akan menetap di zona merah untuk jangka pendek.

“Pergerakan akan cenderung terbatas karena investor bersikap wait and seemenjelang keputusan penetapan suku bunga Bank Indonesia,” ungkap Dennies dalam risetnya.

Menurutnya, pergerakan IHSG tak akan jauh-jauh dari area 6.300 dan 6.400. Hari ini, Dennies memproyeksi indeks berada dalam rentang support 6.367-6.385 danresistance 6.424-6.445.

Sebaliknya, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG akan berbalik menguat ditopang modal asing yang terus mengalir ke pasar saham dalam negeri. Terlihat, pelaku pasar asing kemarin tercatat beli bersih (net buy) di all market sebesar Rp281,83 miliar.

Sementara sejak awal tahun hingga perdagangan terakhir, asing tercatat beli bersih sebesar Rp72,85 miliar. Realisasi ini dianggap sebagai bukti bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik.

“Minat investor luar masih cukup besar terhadap investasi di pasar modal Indonesia, hari ini IHSG berpotensi menguat,” papar William melalui risetnya.

Ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 6.302 dan resistance 6.488. Pelaku pasar disarankan mengoleksi sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big capitalization/big cap) seperti, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Informasi saja, IHSG terkoreksi 0,25 persen atau 16,35 poin ke level 6.401. Mayoritas atau sebanyak 236 saham terjungkal ke teritori positif, 158 saham menguat, dan 157 saham stagnan.

Hal itu sejalan dengan pergerakan bursa saham Wall Street tadi malam. Dow Jones terpantau 0,09 melemah persen, S&P500 0,34 persen, dan Nasdaq Composite 0,43 persen.