Mon. Apr 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

KSP Kaget Nurdin Abdullah Ditangkap KPK, Bicara Penurunan Indeks Korupsi

2 min read

Jakarta –

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani kaget Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur. Jaleswari menilai Nurdin Abdullah gubernur yang kreatif dan inovatif.

“Kita tentu kaget dengan hal tersebut, apalagi Gubernur Nurdin Abdullah dikenal sebagai gubernur yang kreatif dan inovatif,” kata Jaleswari, dalam keterangan tertulis, Minggu (28/2/2021).

“Tanpa perlu berspekulasi, kita menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk melakukan proses hukum seadil-adilnya,” ujarnya.Dia enggan berspekulasi lebih jauh terkait adanya peristiwa ini. Jaleswari mengatakan pihaknya menyerahkan proses hukum kepada KPK.

Lebih lanjut, Jaleswari mengatakan pemerintah serius dalam menangani kasus korupsi. Pemerintah, menurutnya tidak akan berhenti melakukan upaya penguatan pencegahan korupsi.

“Korupsi merupakan musuh bersama yang membutuhkan keseriusan semua pihak untuk melakukan penanggulangan. Pemerintah ingin memastikan, tidak akan pernah berhenti untuk menciptakan atmosfir pencegahan dan penindakan korupsi secara konsisten. Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) akan terus kita perkuat agar tercipta sistem pencegahan korupsi yang efektif dengan melibatkan seluruh K/L dan Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Jaleswari mengatakan penguatan pencegahan ini penting agar pengelolaan pemerintahan dilakukan secara transparan dan akuntable. Jadi penyimpangan-penyimpangan yang ada dapat segera diketahui.

“Demikian juga dengan penindakan, pemerintah akan memberi keleluasaan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan tugas dan fungsinya secara konsisten dan berkeadilan,” katanya.

“Pencegahan dan penindakan korupsi harus dilakukan secara berimbang. Apalagi sekarang ini Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia sedang menurun dari skor 40 pada 2019 menjadi 37 pada 2020. Penurunan IPK ini harus menjadi cambuk bagi kita semua, terutama aparat pemerintah dan aparat penegak hukum untuk lebih serius dalam melakukan pencegahan dan penindakan korupsi. Kita tidak boleh berhenti sedetik pun untuk melakukan upaya tersebut. Jangan pernah melakukan toleransi pada korupsi,” tutur Jaleswari.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah tertangkap tangan KPK pada Jumat (26/2) malam. Nurdin ditangkap bersama Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel dan AS adalah Agung Sucipto selaku kontraktor proyek.

Ketiganya diketahui terjerat kasus suap proyek pedestrian wisata di Bira, Bulukumba. Nurdin diketahui menerima suap melalui Edy Rahmat sebagai perantaranya dari Agus Sucipto sebagai pemberi suap senilai Rp 2 miliar. Nurdin diketahui juga menerima suap dari kontraktor lain, sehingga total uang yang diterima mencapai 5,4 miliar.

Ketiganya Nurdin Abdullah ditahan di rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Agung Sucipto di Rutan Gedung Merah Putih.