Tue. Apr 13th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Mie Atep: Kaya Rempah, Dicintai Wisatawan

2 min read

Belitung – Kehidupan pulau yang tenang, ditambah kuliner lezat jadi daya tarik pulau kecil di barat Indonesia. Mie Belitung pun jadi salah satu kuliner yang wajib dicoba.

Salah satu kedai mie paling legendaris di Belitung adalah Mie Atep. Terletak di Jalan Sriwijaya nomor 27, Tanjung Pandan. Jika dari Bandara HAS Hanandjoedin, dapat ditempuh sekitar 15-20 menit perjalanan.

Kedai yang sudah buka sejak tahun 1973 ini hanya memiliki satu tempat di Belitung. Meski, di Jabodetabek ada sejumlah cabang yang bisa dijajal wisatawan di Ibukota

Sebut saja public figure Deddy Corbuzier hingga pakar kuliner mendiang Bondan Winarno pernah mampir ke sini. Pantas saja, jadi kuliner legendaris Belitung.

detikcom pun berkunjung ke sana beberapa waktu lalu. Kebetulan, sang pemilik, Ibu Atep sedang berada di toko. Ia memang tidak melayani langsung, namun ia duduk di bagian kasir. Bertugas melayani pelanggan yang membayar saat selesai bersantap.

Wajah ramah terpancar sejak saya menghampiri Bu Atep. Ia bercerita, kedainya memang sudah lama berdiri puluhan tahun silam. “Sudah 46 tahun, sejak 1973,” ujarnya.

“Saya gemar berfoto. Ini (menunjuk saya) cucu nih, cucu saya,” ujar dia. Ternyata, keramahan bu Atep benar-benar nyata sampai ke pelanggannya. Ia pun mengajak saya berfoto bersama.

Setelah berbincang hangat, Ia menjelaskan bumbu-bumbu yang digunakan. Mulai dari kandungan kuah, hingga potongan tambahan yang diberikan sebagai pelengkap hingga rasa Mie Belitung tetap asli terjaga.

“Pakai lengkuas, bawang merah dan putih, serta lada di mie,” ujar dia.

Tentu saja, Belitung memiliki potensi rempah lada yang berkualitas. Hal ini pun menjadi ciri khas makanan-makanan yang kaya rasa, serta gurih dan nikmat untuk lidah Indonesia.

Komposisi mie Belitung pun bisa dibilang unik. Mulai dari rempah, mie yang ringan hingga potongan bakwan dan udang. Lengkap dengan emping yang renyah di atasnya.

Ibu Atep mengatakan, bahwa ia meracik bumbunya sendiri. Soal mie, ia membelinya dari seorang teman.

“Kalau mie beli dari orang, teman. Bumbu kita racik sendiri, masak sendiri,” paparnya.

Menjadi kuliner khas, Mie Atep pun diincar banyak wisatawan. Tidak heran, saat mulai membuka kedai sudah banyak orang yang datang, tidak lupa dengan warga lokal.

“Mulai buka jam 8 pagi hingga malam. Biasanya ramai sarapan. Tapi banyak yang datang, sehari bisa mencapai 200 porsi lah,” tambah dia.

Dagangannya ternyata menjadi tradisi sampai ke anaknya. Ia menceritakan, sejumlah cabangnya di Jabodetabek diurus oleh anaknya.

“Di Jakarta diurus anak. Tapi beda harganya, kalau di sini Rp 18 ribu di sana (Jakarta) 25 ribu. Sewa tempatnya di sana lebih mahal,” ungkapnya.

Menu yang ditawarkan pun sederhana. Hanya mie dan nasi tim. “Dulu pernah jual beberapa menu, tapi tidak terurus. Jadi fokus 2 saja,” tambah Bu Atep.

Tetapi, ada juga beberapa makanan ringan dijual di sini. Mulai dari kerupuk sampai sirup jeruk kunci khas Belitung yang khas. Cocok untuk oleh-oleh kerabat di rumah.

Baca juga !