Mon. Mar 1st, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Panglima Militer Israel Perintahkan Susun Rencana untuk Lawan Nuklir Iran

2 min read

Jakarta –

Panglima militer Israel telah memerintahkan agar rencana disusun untuk melawan kemampuan nuklir Iran, jika nantinya ada keputusan politik untuk menargetkan negara republik Islam itu.

Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (27/1/2021), Kepala Staf Jenderal Aviv Kochavi mengatakan dia telah menginstruksikan militer “untuk mempersiapkan beberapa rencana operasional selain yang sudah ada … sepanjang tahun mendatang”.

“Kekuatan untuk memulai itu terletak pada eselon politik,” katanya, mengacu pada pemerintah Israel.

“Namun, opsi ofensif perlu disiapkan, harus siap dan disusun,” imbuhnya.

Iran, musuh bebuyutan Israel, pada 2015 menyetujui kesepakatan program nuklirnya dengan Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat.

Kesepakatan itu menawarkan keringanan sanksi sebagai imbalan atas pembatasan ambisi nuklir Teheran dan jaminan tidak akan mengupayakan bom atom. Iran bersikukuh bahwa pihaknya hanya mengejar program energi nuklir sipil.

Israel selalu menentang kesepakatan itu dan pada 2018, mantan presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik Washington keluar dari kesepakatan itu, dan menerapkan kembali sanksi-sanksi yang melumpuhkan dalam kampanye “tekanan maksimum” terhadap Teheran.

Sebagai tanggapan, Iran pun mundur dari komitmen nuklir utama, membiarkan kesepakatan itu menggantung, bahkan ketika pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden telah mengisyaratkan ingin menyelamatkan perjanjian itu.

Otoritas Israel secara terbuka mengkhawatirkan kemungkinan ini.

“Setiap kesepakatan yang menyerupai perjanjian 2015 adalah hal yang buruk, baik secara strategis maupun operasional,” kata Kochavi, berbicara dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Institute of National Security Studies.

Tekanan terhadap Iran harus dilanjutkan – Iran tidak boleh memiliki kapasitas untuk mengembangkan bom nuklir,” tegasnya.

Panglima militer Israel itu juga mengatakan bahwa Israel telah menggempur 500 target di Timur Tengah tahun lalu.

Negara Yahudi itu telah melakukan serangan udara dan rudal terhadap Suriah sejak perang saudara dimulai di negara itu pada tahun 2011. Dalam serangannya, Israel menargetkan pasukan Iran dan pasukan dari gerakan Hizbullah di Lebanon yang dikerahkan untuk mendukung pemerintah Suriah.

“Mengenai front utara, Iran tidak menunjukkan niat untuk mundur,” kata Kochavi, mengacu pada wilayah Lebanon dan Suriah.

“Operasi kami ditakdirkan untuk terus mencegah penyebaran ini (Iran) berlanjut,” imbuhnya.

Baca juga !