Fri. Apr 23rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

PD: Gugatan Kubu Moeldoko soal AD/ART 2020 Kedaluwarsa!

2 min read

Jakarta –

Kubu Kepala KSP Moeldoko menggugat Partai Demokrat ke PN Jakpus, yang salah satunya menuntut perubahan AD/ART 2020. Partai Demokrat menyebut gugatan kubu Moeldoko itu terlambat lantaran seharusnya diajukan 90 hari setelah ditetapkan Kemenkumham.

“Kalau mereka mau gugat ke PTUN masalah anggaran dasar, itu sudah jelas sudah kedaluwarsa,” kata Deputi 2 Bidang Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Mehbob saat dihubungi, Rabu (7/4/2021).

Mehbob mengatakan kedaluwarsanya gugatan itu berdasarkan Pasal 55 UU PTUN, yang menyebut gugatan bisa diajukan 90 hari sejak diumumkan dan masuk berita negara. Menurutnya, kini AD/ART Partai Demokrat 2020 sudah berusia 1 tahun.

“Menurut Pasal 55 PTUN, itu adalah 90 hari sejak diumumkan dan masuk berita negara. Ini kan sudah 1 tahun lebih. Jadi mereka ini sekarang bukan pakai logika hukum, tapi pakai logika mabuk,” ucapnya.

Mehbob lalu menjelaskan terkait kemungkinan kubu Moeldoko melaporkan AD/ART Partai Demokrat ke pengadilan negeri lantaran melanggar UU Parpol. Menurutnya, gugatan itu tidak bisa dibuktikan dan pada akhirnya akan kembali ke Mahkamah Partai.

“Kalau sekarang, oke, mereka nggak gugat PTUN, mereka akan gugat AD/ART di pengadilan negeri. Nah, menurut Pasal 5 UU Parpol, itu anggaran dasar disesuaikan partainya sendiri. Kalau dibilang kita melanggar, itu melanggar yang mana? Bisa buktikan tidak? Kalau itu memang bertentangan dengan UU Parpol dan UUD, pasti oleh tim verifikasi Menkumham pasti akan ditolak dan disuruh diperbaiki (saat itu). Pasti di Menkumham kan diverifikasi dan tidak langsung disahkan. Kalau mereka gugat AD/ART, itu pun juga akan kembali lagi ke Mahkamah Partai,” jelasnya.

Lebih lanjut Mehbob menyinggung siapa pihak kubu Moeldoko yang akan menjadi penggugat. Dia memastikan pihak kubu Moeldoko memiliki legal standing yang lemah dalam gugatan tersebut.

“Kemudian penggugatnya siapa? Kalau penggugat model Jhoni Allen, Darmizal, Max Sopacua, legal standing-nya sudah rendah karena mereka sudah dipecat semua. Mereka sudah tidak punya legal standing. Katanya ada DPC-DPC, itu juga sudah kita pecat dan PLT-kan,” ujarnya.

Baca juga !