Mon. Jan 25th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Perang Dagang AC-China Memanas, Harga Minyak ‘Lemas’

2 min read

Jakarta, Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan Senin (2/9), waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan terjadi setelah penerapan tarif imporbaru yang dilakukan oleh AS-China.

Penerapan tarif impor baru makin mengerek kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global dan permintaan minyak mentah.

Dilansir dari Reuters, Selasa (3/9), harga minyak mentah berjangka Brent turun US$0,59 menjadi US$58,66 per barel setelah sempat tertekan hingga US$58,1 per barel selama sesi perdagangan berlangsung.

Pelemahan juga terjadi harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$0,33 menjadi US$54,77 per barel. Namun, aktivitas perdagangan relatif sepi karena libur Hari Buruh di AS.

Analis BNP Paribas Harry Tchilinguirian menilai pengenaan tarif impor sebesar 5 persen oleh China terhadap minyak mentah AS menjadi kali pertama bahan bakar menjadi target sejak kedua negara memulai perang dagang lebih dari setahun lalu.

Sementara itu, produksi minyak anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terkerek untuk pertama kalinya pada tahun ini. Hal itu terjadi seiring kenaikan pasokan dari Irak dan Nigeria yang melampaui batasan produksi oleh Arab Saudi dan penurunan produksi Iran akibat sanksi AS.

Di AS, Badai Topan Dorian diramal menyebabkan hujan lebat sepanjang Senin hingga Rabu pekan ini di Pesisir Samudra Atlantik, Florida, AS. Setelah itu, badai akan bergerak ke pesisir Georgia dan Carolina Utara AS.

Pusat Badai Nasional AS menyatakan Badai Dorian tidak akan menerjang langsung daratan AS. Jika tetap di lepas pantai, badai kemungkinan tidak akan menekan permintaan bahan bakar yang biasanya terjadi ketika terjadi banjir dan mati listrik.

Lebih lanjut, perusahaan energi AS memangkas jumlah rig pengeboran selama sembilan bulan berturut-turut ke level terendah sejak Januari 2018. Adapun total produksi minyak mentah Negeri Paman Sam pada Juni lalu merosot untuk dua bulan berturut-turut, sesuai data resmi Badan Administrasi Informasi Energi AS yang dirilis Jumat (31/8) lalu.