Mon. Jan 25th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Pernat Pesimis Bakal Ada Pembalap Italia yang Juarai MotoGP untuk 4 Tahun ke Depan

2 min read

BOLOGNA – Salah satu pengamat MotoGP ternama, Carlo Pernat, memberikan prediksi soal kiprah para pembalap asal Italia di ajang balap motor paling bergenggsi tersebut. Pernat mengaku pesimis bakal melihat adanya juara dunia MotoGP asal Italia untuk empat tahun ke depan.

Sebagaimana diketahui, para pembalap asal Italia memang sempat mendominasi di kejuaraan dunia MotoGP beberapa waktu lalu. Nama-nama macam Giacomo Agostini, Marco Lucchinelli, Franco Uncini, hingga Valentino Rossi pernah merasakan manisnya gelar juara dunia MotoGP.

Valentino Rossi tampil pada sebuah balapan di MotoGP 2019

Akan tetapi setidaknya dalam satu dekade terakhir, dominasi pembalap Italia di MotoGP mulai tergeser oleh Spanyol. Bahkan terakhir kali Italia melihat salah satu anak banggsanya jadi juara dunia di MotoGP pada 2009 melalui Rossi.

 

Saat ini sejatinya ada beberapa nama pembalap asal Italia yang dinilai memiliki kualitas, dan Andrea Dovizioso disebut-sebut yang paling terbaik. Namun Dovizioso juga belum berhasil menghentikan dominasi Marc Marquez untuk jadi juara dunia, walau dua tahun terakhir berstatus sebagai runner-up.

Harapan para masyarakat Italia untuk bisa melihat pembalap mereka jadi juara dunia di MotoGP pun nampaknya takkan terwujud dalam waktu dekat ini. Sebab menurut prediksi Pernat, ia yakin takkan ada pembalap asal Italia yang bisa jadi juara dunia MotoGP setidaknya untuk empat tahun ke depan.

Marc Marquez merayakan keberhasilannya menjuarai MotoGP Jerman 2019

“Kita harus menyadari Spanyol selalu lebih maju. Jika lihat persaingan musim ini, sudah tiga rider mereka yang naik podium yaitu Marc Marquez, Alex Rins, serta Maverick Vinales ada di grup terdepan. Untuk Italia, ini bukan masa-masa yang baik!” ucap Pernat, seperti disadur dari GPOne, Sabtu (27/7/2019).

“Tiga atau empat tahun ke depan, tak ada peluang juara bagi Italia, karena usia Vale saya rasa sudah mustahil, meski ia masih bisa kompetitif. Dovi juga sudah tua dan saat ini tak menjalani momen terbaik. Setelah mereka, Italia tak memiliki cadangan,” tuntas pria berusia 70 tahun tersebut.