Sat. Sep 18th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Respons Satgas COVID-19 soal Anjuran WHO agar RI Perketat Pembatasan

2 min read

Jakarta –

Satgas COVID-19 merespons anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar RI memperketat pembatasan karena kasus penularan Corona yang tinggi. Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah kini fokus memantau perkembangan kasus dulu sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saat ini pemerintah fokus memantau perkembangan kasus terlebih dahulu sebagaimana instruksi presiden dan berusaha menekan angka kasus,” kata Wiku, kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

Saat ini pemerintah tengah menjalani pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3-4 hingga tanggal 25 Juli. Pemerintah baru akan melakukan relaksasi mulai tanggal 26 Juli jika ada penurunan kasus Corona.

Wiku belum bisa memastikan apakah relaksasi itu akan dilakukan. Dia mengatakan semua kebijakan akan diumumkan resmi oleh pemerintah.

“Terkait dengan penetapan kebijakan mohon menunggu rilis resminya,” ujarnya.

Seperti diketahui, WHO menyatakan situasi penularan Corona di Indonesia sangat tinggi. WHO menyarankan pembatasan ketat dilakukan untuk membendung tingginya tingkat penularan

Imbauan WHO tersebut tertuang dalam Situation Report-64 yang dirilis oleh WHO pada Rabu (22/7/2021). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 21 Juli 2021.

WHO memaparkan bahwa 32 provinsi di Indonesia mengalami lonjakan jumlah kasus. Sebanyak 17 provinsi di antaranya bahkan mengalami peningkatan hingga 50 persen.

“Selama sepekan, antara 12 hingga 18 Juli, 32 dari 34 provinsi melaporkan peningkatan jumlah kasus, sementara 17 di antaranya mengalami peningkatan kasus yang mengkhawatirkan sebesar 50 persen atau lebih; 21 provinsi (8 provinsi baru ditambahkan sejak minggu sebelumnya) sekarang telah melaporkan varian Delta; dan tes positif proporsinya lebih dari 20 persen di 33 dari 34 provinsi,” tulis WHO dalam laporannya.

“Indonesia saat ini menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi, dan ini merupakan indikasi tentang betapa sangat pentingnya untuk menerapkan pembatasan kegiatan sosial dan penanganan kesehatan masyarakat yang ketat (public health and social measures/PHSM), khususnya pembatasan pergerakan, di seluruh wilayah negara,” lanjutnya.Berdasarkan data tersebut, WHO menyatakan Indonesia sedang menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, WHO menyarankan agar pembatasan yang ketat diberlakukan.

WHO juga menyebut ada enam provinsi di Indonesia yang mengalami lonjakan kasus Corona mingguan hingga lebih dari 150 persen. Banten menjadi provinsi dengan lonjakan kasus tertinggi, yakni mencapai 540 persen.

“Dari jumlah tersebut, enam provinsi mengalami peningkatan lebih dari 150 persen: Banten (540%), Sumatera Utara (238%), Papua (233%), Kalimantan Selatan (196%), Jawa Timur (187%) dan Jambi (152%),” demikian paparan data WHO.

Baca juga !