Sat. Mar 6th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Sampah Plastik Buat Kesal Filipina Tiba di Kanada

2 min read

Jakarta,Berton-ton peti kemas berisi sampah asal Kanada yang semula berada di Filipina dilaporkan sudah kembali ke negara itu. Permasalahan ini sempat membuat hubungan kedua negara memanas.

Seperti dilansir AFP, Senin (1/7), sebanyak 69 peti kemas berisi sampah itu tiba di pelabuhan Vancouver diangkut oleh kapal kargo dari Filipina. Menurut pemerintah setempat, nantinya sampah itu akan dijadikan bahan untuk pembangkit listrik.

Perseteruan kedua negara gara-gara impor sampah itu bermula pada 2013 dan 2014. Saat itu sebuah perusahaan Kanada mengirim peti kemas ke Filipina tetapi keliru memberi label.

Isi peti kemas itu adalah campuran sampah kertas, plastik, elektronik sampai limbah rumah tangga. Padahal hukum Filipina melarang impor sampah plastik campuran dan sampah rumah tangga.

Alhasil pemerintah Filipina memutuskan memusnahkan sebagian, dan membiarkan sisanya bertahun-tahun. April lalu Presiden Rodrigo Duterte murka terhadap Kanada karena tidak merespon masalah itu meski telah menetapkan tenggat pada 15 Mei lalu.

Duterte bahkan mengancam akan menarik duta besarnya dan menyatakan perang dengan Kanada. Pemerintah Kanada melunak dan menyatakan akan menerima kembali peti kemas berisi sampah itu.

“Kami sudah berjanji dengan Filipina dan terus bekerja sama,” kata Menteri Lingkungan Kanada, Catherine McKenna.

Pengekspor sampah dari Kanada saat ini harus mengantongi izin untuk mengirim limbah berbahaya dan hanya bisa diperoleh jika negara tujuannya mengetahui.

Akibat insiden itu, Filipina mengubah undang-undang limbah pada November 2016 untuk mencegah kejadian itu terulang.

Filipina dan sejumlah negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia dan Indonesia, menjadi daerah tujuan ekspor limbah plastik.

Dalam rangka mengurangi limbah yang sulit didaur ulang serta guna menjaga lautan dunia, pemerintah Kanada mengumumkan rencananya untuk melarang seluruh warganya menggunakan plastik sekali pakai seperti sedotan, tas dan peralatan makan pada awal 2021

Baca juga !