Sun. Feb 28th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Seruit, Olahan Ikan Sungai Khas Lampung dengan Sambal Tempoyak

2 min read

Jakarta –

Lampung memiliki banyak kuliner enak yang tak kalah menarik dari daerah lainnya. Salah satunya seruit yang merupakan olahan khas berbahan ikan sungai.

Kuliner khas Lampung yang populer adalah keripik pisang cokelat dan kerupuk kemplang. Dua kuliner ini sering dijadikan oleh-oleh saat berlibur dari Lampung.

Tak hanya itu saja, Lampung juga menyimpan banyak makanan khas yang tentunya bercita rasa enak. Salah satunya adalah seruit.

Hidangan seperti apakah seruit? Seruit adalah masalah berbahan dasar utama ikan sungai. Jenis ikan yang umum dipakai adalah ikan baung, namun bisa juga menggunakan ikan nila, dan lainnya.

 

 

seruit, olahan ikan khas lampungseruit, olahan ikan khas lampung Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

 

Lewat webinar bertajuk ‘Festival Kuliner Nusantara; Lampung’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) wilayah Lampung (20/2), diketahui bahwa seruit ini banyak dibuat oleh masyarakat Lampung pepadun (Lampung kota) yang lebih mudah mendapatkan ikan sungai karena berada di dataran tinggi.

“Seruit berasal dari Lampung pepadun yang wilayahnya banyak tinggal di dekat sungai. Oleh karenanya menggunakan ikan sungai,” ujar Dr. Eng. Admi Syarif selaku pengamat budaya lampung pada webinar (20/2).

seruit, olahan ikan khas lampungseruit, olahan ikan khas lampung Foto: dok. ILUNI Lampung

Seruit bisa berupa olahan ikan bakar atau ikan pepes. Pada ikan bakarnya diberi bumbu halus berupa bawang putih, garam, ketumbar, kunyit, dan jahe. Tak heran kalau aroma ikan bakar seruit ini harum dan menggugah selera.

Umumnya seruit disajikan dengan tiga jenis sambal yaitu sambal terasi, tempoyak (durian), dan sambal mangga. Kombinasi ketiga sambal itu saat disantap dengan ikan menciptakan rasa pedas, manis, dan asam yang menyegarkan.

seruit, olahan ikan khas lampungseruit, olahan ikan khas lampung Foto: iStock

Namun, kalau hanya ada satu jenis sambal saja juga tidak menjadi masalah. Seperti seruit ikan nila bakar yang detikFood cicipi berikut ini. Pendampingnya hanya sambal terasi mentah yang rasanya pedas dan segar.

 

Selain sambal, seruit juga bisa ditambahkan lalapan. Bisa labu rebus, timun, terong bakar, dan lainnya.

Dr. Admi Syarif juga menjelaskan kalau seruit ini biasa disantap bersama dengan keluarga. Biasanya disebut dengan ‘nyeruit’.

seruit, olahan ikan khas lampungseruit, olahan ikan khas lampung Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari , dok. ILUNI Lampung , iStock

“Seruit itu berasal dari kata nyeruit yang artinya makan bersama-sama. Dulu, seruit disajikan dalam satu piring besar dan satu keluarga makan bersama. Itu yang menambah cita rasa dan memiliki filsafatnya sendiri,” papar Dr. Admi.

Namun, sayangnya seruit masih susah ditemui di restoran. Menurut Dr. Admi banyak chef yang masih kesulitan untuk membuat seruit karena banyaknya bahan pelengkap yang harus disajikan bersama.

Baca juga !