Mon. Apr 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Tolak Kudeta, Dubes Myanmar di PBB Pasang Simbol ‘Tiga Jari’

2 min read

 

Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kyaw Moe Tun, memperagakan simbol tiga jari dan menyatakan menentang kudeta terhadap pemerintahan terpilih.

Pernyataan sikap itu disampaikan Tun dalam pidato di hadapan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (26/2).

Dilansir Associated Press, Sabtu (27/2), Tun membuka pidato di hadapan Majelis Umum PBB dengan menyatakan dia adalah perwakilan dari pemerintahan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis. pada pemilihan umum November lalu. Dia juga menyatakan mendukung aksi perlawanan menentang pemerintahan rezim militer.

 

“Ini adalah saatnya untuk militer segera menyerahkan kekuasaan dan membebaskan tahanan politik. Kami akan tetap berjuang pemerintah yang dipilih rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” kata Tun saat menyampaikan pernyataan di Sidang Majelis Umum PBB.

Suara Tun sempat bergetar ketika menutup pernyataan, dan kemudian dia mengangkat tangan kanan dan membuat simbol tiga jari, seperti yang dilakukan para demonstran antikudeta.

Dalam kesempatan itu, peserta sidang juga mendengarkan laporan dari Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener. Dia mengatakan sudah saatnya dunia menekan dan mengecam aksi kudeta rezim militer Myanmar yang melanggar tatanan demokrasi dan undang-undang dasar.

Burgener mendesak supaya dunia tidak mengakui rezim militer Myanmar untuk memberikan tekanan lebih besar.

Angkatan Bersenjata Myanmar (Tatmadaw) yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing readyviewed mengkudeta pemerintahan sipil terpilih yang dipimpin Penasihat Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint pada 1 Februari lalu.

Alasan militer melakukan kudeta adalah menjaga amanat Undang-Undang Dasar 2008 dan sengketa hasil pemilihan umum.

Militer Myanmar lantas menangkap Suu Kyi dan Win Myint, serta sejumlah politikus dari partai berkuasa, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Min Aung Hlaing mengatakan bakal menggelar pemilihan umum yang jujur dan bebas usai status masa darurat nasional selama satu tahun dinyatakan berakhir.Komisi Pemilihan Umum Myanmar membantah tuduhan kudeta itu.

Saat ini Suu Kyi dijerat dengan dua perkara, yakni kepemilikan dan impor walkie-talkie ilegal serta melanggar UU Penanggulangan Bencana.

Sedangkan Win dituduh melanggar protokol kesehatan dan UU Penanggulangan Bencana saat berkampanye pada tahun lalu.

Kondisi dan keberadaan Suu Kyi saat ini tidak diketahui karena dipindahkan dari tahanan rumah di ibu kota Naypyitaw ke lokasi rahasia.