Mon. Apr 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Usai Rilis Laporan Intelijen Soal Khashoggi, AS Larang Masuk 76 Warga Saudi

2 min read

Washington DC –

Otoritas Amerika Serikat (AS) akan melarang masuk 76 warga negara Arab Saudi dan membatasi visa bagi warga negara asing (WNA) yang kedapatan mengancam pembangkang dalam upaya menghormati mendiang Jamal Khashoggi, wartawan Saudi yang dibunuh di Turki.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (27/2/2021), langkah tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, pada Jumat (26/2) waktu setempat, setelah AS merilis laporan intelijen soal pembunuhan Khashoggi ke publik.

Laporan intelijen itu menyebut Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS, telah menyetujui pembunuhan Khashoggi tahun 2018 lalu di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

“Kita telah memperjelas bahwa ancaman dan serangan lintas wilayah oleh Arab Saudi terhadap para aktivis, pembangkang dan jurnalis harus diakhiri. Mereka tidak akan ditoleransi oleh Amerika Serikat,” tegas Blinken dalam pernyataannya.

Di bawah kebijakan baru yang disebut ‘Khashoggi Ban’ ini, Blinken menegaskan bahwa otoritas AS akan membatasi setiap individu yang terlibat dalam ‘aktivitas kontra-pembangkang yang serius, lintas wilayah’ yang mencakup pelecehan terhadap jurnalis atau keluarga mereka. Dengan kata lain, larangan ini menargetkan orang-orang yang dianggap mengancam atau menyerang aktivis, pembangkang dan jurnalis atas nama pemerintah asing.

Dalam penerapan pertama, Blinken menyatakan AS akan melarang masuk 76 wara Saudi yang pernah mengancam pembangkang di luar negeri, termasuk dalam kasus Khashoggi.

 

Selain mengumumkan ‘Khashoggi Ban’, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap para anggota unit elite Saudi yang bernama Pasukan Intervensi Cepat (RIF) dan seorang mantan pejabat intelijen Saudi, Ahmed al-Assiri, terkait peran mereka dalam pembunuhan Khashoggi.

Departemen Keuangan AS akan memblokir aset dan mengkriminalisasi transaksi dengan RIF, yang menurut laporan intelijen AS, melapor langsung pada MBS dan Assiri, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kepresidenan Urusan Intelijen Umum.

Menurut Departemen Keuangan AS, Assiri merupakan pemimpin operasi pembunuhan Khashoggi dan sekitar 7 dari 15 anggota tim pembunuh Khashoggi diketahui merupakan anggota RIF. Laporan intelijen AS menilai para anggota RIF tidak akan bertindak tanpa persetujuan MBS. Assiri yang merupakan orang dekat MBS, telah diadili dan dibebaskan dalam sidang tertutup di Saudi, yang banyak dikritik kelompok HAM.