Tue. May 11th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Aksi Undur Diri Polisi di AS Usai Tembak Pria Kulit Hitam Hingga Mati

2 min read

Jakarta –

Seorang polisi wanita (polwan) dan kepala polisi kota pinggiran di MinnesotaAmerika Serikat mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (13/4) waktu setempat. Diketahui polwan itu mundur usai melakukan penembakan fatal terhadap seorang pria kulit hitam di wilayah tersebut.

Seperti dilansir Associated Press dan Channel News Asia, Rabu (14/4/2021), pengunduran diri itu dilakukan menyusul protes dua malam di kota berpenduduk 30.000 orang, hanya beberapa kilometer dari Minneapolis, kota tempat George Floyd dibunuh oleh polisi bernama Derek Chauvin pada Mei lalu.

Pengunduran diri polwan bernama Kim Potter dan Kepala Polisi Tim Gannon terjadi dua hari setelah kematian Daunte Wright yang berusia 20 tahun di Brooklyn Center.

Dalam sebuah surat pengunduran diri Potter ia menuliskan, “Saya senang setiap menit menjadi petugas polisi dan melayani komunitas ini dengan kemampuan terbaik saya, tetapi saya percaya itu demi kepentingan terbaik saya, komunitas, departemen, dan sesama petugas jika saya segera mengundurkan diri.”

Usai penembakan pada Minggu (11/4), Potter, seorang polisi kulit putih yang telah mengabdi selama 26 tahun, telah mengambil cuti administratif.

Wali Kota Brooklyn Center Mike Elliott mengatakan dia “menghargai” bahwa Potter mengajukan pengunduran dirinya tetapi dia tidak memintanya atau menerimanya. Belum jelas apa artinya itu.

Keputusan terkait apakah jaksa akan menuntut Potter bisa diambil secepatnya pada hari Rabu (14/4) waktu setempat.

Sementara itu, kepala polisi meyakini penembakan yang dilakukan Potter merupakan kecelakaan lantaran sebenarnya hendak mengambil Taser-nya. Dalam rekaman video dari kamera tubuh terdengar seorang polisi meneriakkan “Taser! Taser!” -prosedur polisi sebelum menggunakan senjata kejut.

Meski begitu, pihak keluarga dan para pengunjuk rasa tidak menerima pembelaan tersebut dan mengatakan tidak ada alasan untuk penembakan itu. Mereka menganggap hal itu menunjukkan bagaimana sistem peradilan berat sebelah terhadap warga kulit hitam.

Saat kejadian, diketahui Wright dihentikan Potter karena plat nomor mobilnya kedaluwarsa.

Elliott mengatakan dia berharap pengunduran diri Potter akan “membawa ketenangan bagi masyarakat”.

“Kita harus memastikan bahwa keadilan ditegakkan. Daunte Wright pantas mendapatkannya, keluarganya layak mendapatkannya,” tegas Elliott.

Sementara itu, pihak keluarga korban tidak menerima kesalahan yang dilakukan polisi tersebut.

Saya tidak bisa menerima itu. Saya kehilangan putra saya. Dia tidak pernah kembali,” tegas ayah Wright, Aubrey, kepada acara ABC ‘Good Morning America’.

“Saya tidak bisa menerima kesalahan itu. Terdengar tidak beres. Anda tahu, polisi ini telah mengabdi pada kepolisian selama lebih dari 26 tahun. Saya tidak bisa menerima penjelasan itu,” ujarnya.

Baca juga !