Sat. Jun 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Alami Diabetes Selama Kehamilan, Waspada 4 Efek Berikut pada Janin

2 min read

 Keseimbangan gizi sebelum kehamilan sangat penting agar Anda bisa melahirkan anak yang sehat. Kekurangan nutrisi dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, salah satunya adalah diabetes yang bisa terjadi di masa kehamilan atau disebut diabetes gestasional (kehamilan).

Melansir dari Healthshots, diabetes gestasional, seperti bentuk diabetes lainnya, memengaruhi cara sel menggunakan gula (glukosa).

Kadar gula darah yang tinggi akibat diabetes gestasional dapat merusak kehamilan dan kesehatan bayi. Namun kontrol gula darah akan membantu Anda dan bayi Anda tetap sehat dan menghindari persalinan yang menimbulkan stres.

Kadar gula darah pada perempuan dengan diabetes gestasional biasanya kembali normal segera setelah lahir. Namun, jika Anda pernah menderita diabetes gestasional, kemungkinan besar Anda menderita diabetes tipe 2. Meskipun begitu, berikut beberapa masalah kesehatan yang muncul pada bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan diabetes gastasional, antara lain:

Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)

1. Kegemukan saat lahir

Kadar gula darah yang lebih tinggi dari rata-rata pada ibu dapat menyebabkan bayinya tumbuh terlalu besar. Bayi besar, dengan berat lebih dari 9 pon (4,5 kg) lebih mungkin terjepit di jalan lahir, menderita komplikasi kelahiran atau memerlukan operasi caesar.

2. Kelahiran prematur (dini)

Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan kemungkinan seorang perempuan melahirkan lebih awal, melahirkan seorang anak sebelum waktunya. Karena bayinya sangat besar, persalinan dini mungkin disarankan.

3. Masalah pernapasan serius

Bayi yang lahir prematur dari ibu yang mengidap diabetes gestasional berisiko tinggi mengembangkan sindrom gangguan pernapasan, yang membuat sulit bernapas.

4. Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)

Sesaat setelah lahir, bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional dapat mengalami gula darah rendah (hipoglikemia). Hipoglikemia berat dapat menyebabkan kejang pada bayi. Kadar gula darah bayi dapat dikembalikan ke normal dengan pemberian asupan sesegera mungkin.