Tue. May 24th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

AS Catat Total 20 Juta Kasus Corona, Iran Ancam Pembunuh Jenderal Soleimani

3 min read

Jakarta –

Otoritas Amerika Serikat (AS) melaporkan total 20 juta kasus virus Corona (COVID-19) tepat pada 1 Januari 2021. Otoritas Iran melontarkan ancaman untuk para pembunuh jenderal top Iran, Qasem Soleimani, menjelang peringatan setahun tewasnya sang jenderal dalam serangan drone AS.

Tingkat penularan Corona di AS dilaporkan meningkat sejak paruh kedua tahun lalu. Analisis Reuters menunjukkan bahwa dibutuhkan 200 hari bagi AS untuk mencapai total 5 juta kasus Corona, kemudian butuh 93 hari untuk mencapai 10 juta kasus dari 5 juta kasus, butuh 31 hari untuk mencapai 15 juta kasus dari 10 juta kasus, dan butuh ‘hanya’ 25 hari untuk mencapai 20 juta kasus dari 15 juta kasus.

Sementara otoritas Iran melontarkan peringatan untuk para pembunuh Soleimani dalam sebuah acara untuk mengenang sang jenderal Iran yang tewas pada 3 Januari 2020 lalu. Iran kembali menegaskan siap membalas kematian Soleimani dan menyatakan balasan itu bisa datang dari mana saja.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (2/1/2021):

– Warga Palestina Lumpuh Usai Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat

Seorang pria Palestina lumpuh pada bagian leher ke bawah setelah ditembak oleh tentara Israel. Dia ditembak saat bentrokan terjadi di Tepi Barat pada Jumat (1/1) waktu setempat.

Dilansir AFP, Sabtu (2/1/2021) Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pria itu ditembak di lehernya.

Sumber Palestina sebelumnya melaporkan pria itu bernama Haroun Rasmi Abu Aram (24) asal desa Al-Tuwanah, Hebron bagian selatan.

Total kasus virus Corona (COVID-19) di Amerika Serikat (AS) melampaui angka 20 juta kasus saat tahun baru atau pada 1 Januari 2021. Jumlah korban tewas akibat Corona di AS terus mengalami peningkatan sejak liburan Thanksgiving pada November lalu.– Total Kasus Corona di AS Tembus 20 Juta Saat Tahun Baru

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (2/1/2021), total kasus Corona di AS diumumkan melampaui 20 juta kasus pada Jumat (1/1) waktu setempat. Otoritas AS juga melaporkan lonjakan untuk tambahan kematian harian sejak liburan Thanksgiving pada November lalu. Sedikitnya 78 ribu kematian akibat Corona tercatat di AS sepanjang Desember.

Data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global menunjukkan total 20.108.375 kasus Corona terkonfirmasi di wilayah AS sejauh ini, dengan 347.577 kematian. AS masih menjadi negara dengan total kasus dan kematian akibat Corona terbanyak di dunia.

– Iran: Pembunuh Jenderal Soleimani ‘Tak Akan Aman di Bumi’

Otoritas Iran melontarkan peringatan menjelang peringatan setahun meninggalnya jenderal top Iran, Qasem Soleimani, yang tewas dibunuh dalam serangan drone Amerika Serikat (AS). Ditegaskan Iran bahwa para pembunuh Soleimani ‘tidak akan aman di Bumi’.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (2/1/2021), ketua otoritas kehakiman Iran, Ebrahim Raisi, melontarkan peringatan tersebut dalam sebuah acara untuk mengenang Soleimani di Teheran pada Jumat (1/1) waktu setempat.

Raisi menyatakan bahwa bahkan Presiden Donald Trump yang memerintahkan serangan drone itu, tidak ‘kebal dari keadilan’.

“Mereka yang memiliki peran dalam pembunuhan dan kejahatan ini tidak akan aman di Bumi,” cetus Raisi.

– India Gelar Latihan Nasional Jelang Program Vaksinasi Corona Massal

Otoritas India menggelar latihan secara nasional sebelum memulai program vaksinasi virus Corona (COVID-19) massal yang akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Regulator obat-obatan India dilaporkan telah memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Corona buatan AstraZeneca dan Oxford University.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (2/1/2021), panel pemerintah pada Jumat (1/1) waktu setempat merekomendasikan penggunaan darurat vaksin AstraZeneca-Oxford dan suntikan pertama akan diberikan pekan depan setelah Otoritas Pengendalian Standar Obat Pusat India (CDSCO) memberikan persetujuan akhir.

India yang sejauh ini mencatat lebih dari 10,2 juta kasus Corona dan menempati peringkat kedua sebagai negara dengan total kasus Corona terbanyak di dunia, menetapkan target ambisius untuk memvaksinasi 300 juta orang dari total 1,3 miliar jiwa populasinya, hingga pertengahan tahun 2021.

Otoritas Vietnam mendeteksi kasus pertama untuk varian baru virus Corona (COVID-19) yang menyebar luas di Inggris dan sekitarnya. Satu kasus varian baru Corona ini dibawa oleh seorang warga Vietnam yang baru dipulangkan dari Inggris.– Vietnam Laporkan Kasus Pertama Varian Baru Corona di Wilayahnya

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (2/1/2021), Kementerian Kesehatan Vietnam dalam pernyataannya mengumumkan bahwa satu kasus varian baru Corona terdeteksi dari seorang wanita berusia 44 tahun yang baru kembali ke Vietnam dari Inggris.

Wanita itu dikarantina setibanya di Vietnam dan dikonfirmasi positif Corona pada 24 Desember lalu.

Baca juga !