Tue. May 11th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Bantu India yang Darurat Corona, Inggris Kirimkan Lagi 1.000 Ventilator

2 min read

Jakarta –

Pemerintah Inggris mengirimkan lagi 1.000 ventilator oksigen ke India yang dilanda darurat virus Corona.

Otoritas Inggris sebelumnya telah mengirim 495 konsentrator oksigen dan 200 ventilator ke India ketika negara itu bergulat dengan lonjakan kasus virus Corona yang tak terkendali, dan mengirimkan tiga unit produksi oksigen yang lebih besar, yang disebut pabrik oksigen.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/5/2021), kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan, 1.000 ventilator tambahan akan datang dari kelebihan kapasitas Inggris untuk rumah sakit India guna membantu kasus-kasus COVID-19 yang paling parah.

“Inggris akan selalu ada untuk India pada saat dibutuhkan,” katanya, meskipun pemerintah Inggris mengatakan tidak memiliki cadangan vaksin virus Corona saat ini.

Kampanye inokulasi Inggris sebagian besar bertumpu pada vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India, produsen vaksin terbesar di dunia, dan India menyediakan banyak alat pelindung diri (APD) dan parasetamol untuk Inggris tahun lalu pada puncak pandemi.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pada hari Senin (3/5) di sela-sela pembicaraan G7 minggu ini di London. Johnson kemudian akan mengadakan pertemuan virtual dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari Selasa (4/5), setelah membatalkan perjalanan ke New Delhi sehubungan dengan krisis Corona.

Inggris adalah rumah bagi diaspora besar India, yang telah dimobilisasi dengan permohonan penggalangan dana untuk membantu memasok oksigen dan APD ke rumah sakit di India.

Bahkan pada hari Sabtu (1/5) ini, India mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor baru di India, dan bahkan India menjadi negara pertama di dunia yang mencatat jumlah kasus harian lebih dari 400 ribu kasus.

Menurut Kementerian Kesehatan India seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/5/2021), sebanyak 401.993 kasus baru tercatat dalam sehari, sehingga kini total jumlah kasus infeksi Corona menjadi 19,1 juta kasus.

Banyak ahli menduga bahwa karena pengujian yang tidak memadai dan pencatatan penyebab kematian yang tidak akurat, angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

Baca juga !