Sat. Jun 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

BEI Perpanjang Waktu ‘Tilang’ Perdagangan Saham TDPM

2 min read

Jakarta –

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperpanjang penghentian (suspensi) perdagangan efek dalam hal ini saham dan obligasi PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM).

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI yang dikutip detikcom, Selasa (18/5/2021), penghentian sementara ini dilakukan berdasarkan pada pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. KSEI-3658/DIR/0521 tanggal 17 Mei 2021 perihal Penundaan Pembayaran Pokok dan Bunga ke-16 MTN Tridomain Performance Materials I Tahun 2017 (TDPM01XXMF).

“Maka Bursa memutuskan untuk melakukan perpanjangan penghentian sementara perdagangan efek (saham dan obligasi) PT Tridomain Performance Materials Tbk,” tulis keterbukaan informasi BEI.

Penghentian sementara perdagangan efek dalam hal ini saham dan beberapa seri obligasi, yaitu TDPM01 dan TDPM02. Penghentian sementara ini berlaku di seluruh pasar.

Adapun pemberlakuan penghentian sementara perdagangan efek TDPM ini terhitung sejak sesi I perdagangan efek tanggal 18 Mei 2021 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.

“Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tulis keterbukaan informasi BEI.

Emiten berkode TDPM ini gagal membayar pokok MTN II sebesar Rp 410 miliar.Sebelumnya, TDPM meminta maaf kepada seluruh nasabah medium term notes (MTN) II yang belum dibayarkan pokok oleh perusahaan. Padahal jatuh tempo pembayaran pada tanggal 27 April 2021.

“Kami selaku Financial Advisor mohon maaf kepada MTN holder, karena dari manajemen berharap seluruh MTN dan bondholder juga tenang,” kata Financial Advisor Tridomain, Hendri Kurniadi dalam public expose insidentil, Selasa (11/5/2021).

Hendri meminta kepada seluruh pemegang atau nasabah MTN II untuk tetap tenang lantaran perusahaan tengah mengajukan restrukturisasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Restrukturisasi ini sebagai upaya menyelesaikan gagal bayar.

Hendri menyebut, dibutuhkan waktu selama kurang lebih 3 tahun untuk membayar semua pokok yang saat ini gagal dibayar. Menurut Hendri, selama masa penyelesaian gagal bayar ini para nasabah tetap mendapatkan bunga dan kupon namun tidak sebesar pada kondisi normal.