Fri. May 7th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Biden Izinkan 62.500 Pengungsi Masuk AS, Era Trump Cuma 15.000

2 min read

Washington DC –

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menaikkan jumlah maksimum pengungsi yang diizinkan masuk ke wilayah AS sepanjang tahun ini. Biden mengizinkan 62.500 pengungsi masuk ke AS pada tahun ini, naik dari batasan 15 ribu pengungsi pada era pendahulunya, mantan Presiden Donald Trump.

Seperti dilansir AFP, Selasa (4/5/2021), perubahan ini diumumkan Biden pada Senin (3/5) waktu setempat, setelah Biden menerima kritikan tajam dari sekutu politiknya karena mempertahankan batasan pengungsi era Trump.

“Ini menghapus angka yang rendah secara historis yang ditetapkan oleh pemerintahan sebelumnya, yakni 15.000, yang tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika sebagai sebuah negara yang menyambut dan mendukung pengungsi,” sebut Biden dalam pernyataannya.

“Batasan penerimaan yang baru ini juga akan memperkuat upaya-upaya yang tengah dilakukan untuk memperluas kapasitas Amerika Serikat dalam menerima pengungsi, agar kita bisa mencapai tujuan 125.000 penerimaan pengungsi yang berniat saya tetapkan untuk tahun fiskal mendatang,” imbuhnya.

Program ini hanya berlaku untuk pengungsi yang dipilih oleh badan-badan keamanan dan intelijen AS dari kamp-kamp Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di seluruh dunia.

Biden sempat berniat mempertahankan batasan pengungsi era Trump setelah pemerintahannya mengalami kesulitan dalam menangani lonjakan imigran yang masuk ke AS secara ilegal atau meminta suaka di perbatasan Meksiko. Niat itu dibatalkan setelah Biden dikritik oleh para politikus dari Partai Demokrat.

Di bawah pendahulunya yang lain, Barack Obama, dengan Biden saat itu menjabat Wakil Presiden, rata-rata 100.000 pengungsi disambut masuk ke AS setiap tahunnya.

“Sudah menjadi DNA kita sebagai negara yang membuka pintu untuk mereka yang mencari perlindungan. Tetap menjadi kepentingan nasional kita untuk memperlakukan individu-individu yang mengajukan permohonan untuk program ini secara adil dan dengan martabat dan rasa hormat,” sebut Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menanggapi pengumuman Biden.

Baca juga !