Sat. May 8th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ifan Seventeen Kritik Pemkot Serang soal Larang Resto Buka Siang Hari

2 min read
 Penyanyi Ifan Seventeen menyoroti salah satu artikel yang diterbitkan Suara.com. Artikel tersebut mengenai kebijakan Pemkot Serang, Banten yang melarang rumah makan atau restoran beroperasi siang hari selama Ramadhan.

Rupanya, Ifan Seventeen ikut keberatan dengan kebijakan tersebut. Pasalnya, kondisi saat ini tengah sulit karena pandemi Covid-19. Calon suami Citra Monica ini pun meminta pemerintahan setempat untuk mengevaluasi kebijakan tersebut.

“Umat muslim adalah umat yang terhormat, jadi sudah selayaknya kami umat muslim memberikan hormatnya kepada umat beragama lain yang sedang tidak berpuasa. Memberikan hormat kepada pengusaha warung-warung kecil yang mungkin kesusahan semasa pandemi dan ingin mencari rizki di bulan Ramadhan,” tulis Ifan Seventeen di Instagram.

Ifan Seventeen soroti kebijakan Pemkot Serang, Banten yang melarang restoran atau rumah makan untuk tutup siang hari selama Ramadhan. [Instagram]
Ifan Seventeen soroti kebijakan Pemkot Serang, Banten yang melarang restoran atau rumah makan untuk tutup siang hari selama Ramadhan. [Instagram]

“Memberikan hormat kepada orang yang sedang sakit, anak-anak atau bahkan wanita yang sedang berhalangan yang ingin mencari makanan di bulan Ramadhan,” kata pelantun “Kemarin” ini menambahkan.

Menurut Ifan Seventeen, inti dari puasa adalah melatih diri untuk bisa menghormati orang lain.

“Mohon ditinjau kembali wahai bapak dan ibu yang yang baik sang pembuat keputusan @pemkotserang @kemenag_ri @gusyaqut. Mungkin bisa dibuatkan keputusan yang lebih bijak agar bisa tetap saling menghormati. Selamat berbuka kawan-kawan. #islamituindah,” tutur Ifan Seventeen.

Pendapat Ifan Seventeen pun disambut baik sejumlah warganet dan rekan artis. Warganet sepakat dengan apa yang disampaikan pemilik nama asli Riefian Fajarsyah ini.

“Luarbiasa! Gue sebagai warga Serang Banten merasa sangat tersanjung dengan tulisan ini. Semoga urusan puasa ini nggak melulu dalam dimensi menahan lapar dan dahaga. Makasih ya, om Ifan seniorque,” kata penyanyi Budi Doremi memberi dukungan.

“Setuju. Bisa juga dengan tetap berjualan namun jualannya (take home/dibungkus bawa pulang). Kalau memang tidak boleh makan di tempat, atau ditutup menggunakan tirai untuk menghormati yang berpuasa, dan para pedagang tetap bisa mencari rezeki,” ujar akun @lia.auliyaa.

“Di Indonesia bukan cuma kita yang umat Islam yang hidup. Ada banyak umat dengan agama yang lain. Seharusnya kalau ada umat Islam yang berpuasa terus malah belok ke warung makan, itu orangnya aja yang dikenain sanksi,” timpal akun @asana.izza12.