Tue. May 11th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Presiden Somalia Teken UU Perpanjang Masa Jabatannya Selama 2 Tahun

2 min read

Mogadishu –

Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed telah menandatangani undang-undang krontroversial yang memperpanjang masa jabatannya selama 2 tahun. Keputusan itu diambil di tengah adanya ancaman sanksi dari komunitas internasional.

Dilansir AFP, Rabu (14/4/2021) presiden yang berkuasa sejak 2017 itu “Menandatangani resolusi khusus yang memandu pemilihan umum di negara itu setelah disahkan dengan suara bulat oleh parlemen,” lapor penyiar radio negara bagian Radio Mogadishu.

Majelis rendah parlemen Somalia pada hari Senin memutuskan untuk memperpanjang mandat presiden yang berakhir pada Februari lalu. Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan mengalami kebuntuan atas penyelenggaraan pemilihan umum di negara itu.

Sementara itu, juru bicara Senat, Abdi Hashi Abdullahi mengecam langkah itu sebagai tidak konstitusional, dan resolusi tidak diajukan ke majelis tinggi. Pengajuan ini biasanya diperlukan, sebelum ditandatangani menjadi undang-undang.

Abdi Hashi Abdullahi mengatakan hal itu akan “membawa negara ke dalam ketidakstabilan politik” dan menimbulkan risiko keamanan.

Presiden, yang paling dikenal dengan julukannya Farmajo, dan para pemimpin lima negara bagian semi-otonom Somalia telah mencapai kesepakatan pada September tentang pemilihan parlemen dan pemilihan presiden tidak langsung pada akhir 2020 dan awal 2021.

Tapi keputusan itu berantakan tentang bagaimana melakukan pemungutan suara, dan beberapa putaran. Pembicaraan juga gagal memecah kebuntuan.

Undang-undang baru membuka jalan bagi pemilihan satu orang, satu suara pada tahun 2023, di mana menjadi pemilihan langsung pertama sejak 1969, saat diktator Siad Barre memimpin kudeta sebelum berkuasa selama dua dekade.

Warga Mogadishu Abukar Osman Mohamed mengatakan kepada AFP perpanjangan masa jabatan itu “ilegal dan dapat membawa negara itu ke dalam krisis politik.”

Namun penduduk ibu kota lainnya, Abdulkadir Ahmed Mohamed, mendukung langkah tersebut karena “para pemimpin negara bagian tidak dapat menemukan solusi apa pun,” katanya.

Baca juga !