Tue. May 24th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

SE Gubernur Diterbitkan, Ini 23 Daerah di Jateng yang Berlakukan PPKM

2 min read

Semarang –

Daerah yang rencananya akan menggelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagian Jawa-Bali di Jawa Tengah total menjadi 23 daerah. Hal itu dipastikan dengan Surat Edaran (SE) yang diteken Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam SE Gubernur Jateng nomor 443.5/0000429 itu disebutkan daerah yang mengikuti PPKM adalah Semarang Raya meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan. Banyumas Raya meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen. Solo Raya meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Wonogiri.

Sebelumnya Ganjar juga menjelaskan menambahkan beberapa daerah yaitu Kabupaten Kudus, Pati, dan Magelang. Dalam SE ini kemudian yang diputuskan untuk mengikuti PPKM adalah Kota Magelang (bukan Kabupaten), Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Brebes.

“Seluruh daerah tersebut wajib memberlakukan PPKM per tanggal 11 Januari hingga 25 Januari dengan berpedoman pada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021,” kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/1/2021).

Poin lain dalam SE selain terkait daerah yang mengikuti PPKM adalah Bupati dan Wali Kota menambah tempat tidur (TT) untuk penanganan COVID-19 baik di ICU atau tempat isolasi di rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Hal lainnya yaitu penguatan protokol kesehatan dan operasi yustisi untuk meningkatkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) serta 3 T (tracing, test, treatment). Ia juga meminta peningkatan Jogo Tonggo di Jateng.”Minimal 30 persen dari ketersediaan TT saat ini, dengan ketentuan setiap kabupaten/kota wajib menyediakan TT ICU minimal 15 TT untuk COVID-19,” ujar Ganjar dalam S tersebut.

Selain itu daerah-daerah yang memerlukan penambahan tenaga kesehatan, gubernur mengizinkan penambahan sendiri. Caranya yakni bekerjasama dengan organisasi profesi seprti IDI, PPNI, PATELKI, dan lainnya.

“Perekrutan dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku dengan sumber anggaran yang ada seperti APBD, BLUD, dan pembiayaan mandiri,” tulis Ganjar.

Terakhir, Ganjar juga meminta Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro membantu dan mendukung dalam penanganan dan pengendalian COVID-19.

Mengutip data dari laman https://corona.jatengprov.go.id/ yang di-update pukul 12.00 WIB hari Jumat (8/1) kemarin, berikut gambaran kasus Corona di Semarang Raya, Solo Raya, Banyumas Raya ditambah Kota Magelang, Kabupaten Pati, Kudus, Rembang, dan Brebes.


Semarang Raya:

– Kota Semarang: terkonfirmasi 11.601 kasus. Rinciannya 1.108 orang dirawat, 9.478 kasus sembuh, dan 1.105 meninggal.
– Kabupaten Semarang: terkonfirmasi 2.674 kasus. Rinciannya 349 orang dirawat, 2.159 kasus sembuh, dan 166 meninggal.
– Kota Salatiga: terkonfirmasi 983 kasus. Rinciannya 110 orang dirawat, 861 kasus sembuh, dan 12 meninggal.
– Kabupaten Kendal: terkonfirmasi 4.316 kasus. Rinciannya 440 orang dirawat, 3.602 kasus sembuh, dan 174 meninggal.
– Kabupaten Demak: terkonfirmasi 3.366 kasus. Rinciannya 267 orang dirawat, 2.695 kasus sembuh, dan 404 meninggal.
– Kabupaten Grobogan: terkonfirmasi 1.161 kasus. Rinciannya 141 orang dirawat, 865 kasus sembuh, dan 155 meninggal.

Baca juga !