Sat. Jun 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Sidang Kasus Penggusuran Palestina yang Picu Bentrok Al-Aqsa Ditunda

2 min read

Yerusalem –

Kementerian Kehakiman Israel mengumumkan penundaan sidang penting terkait sengketa tanah di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, yang berpotensi memicu penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka.

Potensi penggusuran itu diketahui memicu protes warga Palestina yang berujung bentrokan berdarah dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa baru-baru ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (10/5/2021), rencananya sidang terbaru untuk sengketa tanah itu akan digelar pada Senin (10/5) waktu setempat. Namun Kementerian Kehakiman Israel pada Minggu (9/5) waktu setempat mengumumkan penundaan sidang setelah terjadi bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel.

“Dalam semua situasi dan sehubungan dengan permintaan Jaksa Agung, sidang reguler untuk besok, 10 Mei 2021, dibatalkan,” demikian pernyataan Kementerian Kehakiman Israel.

Ditambahkan Kementerian Kehakiman Israel bahwa jadwal baru untuk sidang sengketa tanah itu akan diumumkan dalam waktu 30 hari ke depan.

Ratusan warga Palestina dan sejumlah polisi Israel mengalami luka-luka dalam bentrokan yang terjadi beberapa hari terakhir, baik di area sekitar Sheikh Jarrah maupun di kompleks Masjid Al-Aqsa pekan lalu.

Diketahui bahwa sengketa tanah ini berawal sebelum pembentukan negara Israel, saat sekelompok kecil komunitas Yahudi tinggal di Sheikh Jarrah. Setelah Israel menyatakan kemerdekaan dan terjadi perang Arab-Israel tahun 1948 silam, wilayah Yerusalem Timur berada di bawah kendali Yordania.

Banyak pengungsi tinggal di wilayah tersebut setelah melarikan diri dari militer Zionis di wilayah-wilayah lainnya yang sekarang disebut Israel. Dalam perang tahun 1967 silam, Israel mencaplok Yerusalem Timur dan menganeksasinya — langkah yang ditentang komunitas internasional.

Awal tahun ini, sebuah pengadilan distrik Yerusalem menjatuhkan putusan yang menguntungkan para pemukim Yahudi yang mengklaim tanah-tanah di Sheikh Jarrah, yang sekarang menjadi tempat tinggal bagi 30 keluarga Palestina — dari yang tadinya hanya empat keluarga Palestina.

Dalam gugatannya, pemukim Yahudi mengklaim keluarga mereka kehilangan tanah itu saat perang yang berujung pembentukan Israel tahun 1948 silam — konflik yang juga membuat ratusan ribu warga Palestina kehilangan rumah mereka.

Namun keluarga-keluarga Palestina yang digugat menyediakan bukti bahwa rumah mereka diperoleh dari otoritas Yordania yang menguasai Yerusalem Timur antara tahun 1948 hingga 1967 silam. Otoritas Yordania bahkan melakukan intervensi dalam kasus ini, dengan menyediakan dokumen untuk mendukung klaim keluarga Palestina.

Terhadap putusan pengadilan, Palestina berpendapat bahwa undang-undang yang berlaku diskriminatif, yang berarti mereka tidak bisa lagi mengklaim properti mereka di wilayah yang sekarang disebut sebagai Israel.

Pengacara yang mewakili keluarga-keluarga Palestina itu, Hosni Abu Hussein, menuduh para pemukim Yahudi itu melakukan penipuan

“Pendaftaran tanah atas nama asosiasi permukiman terjadi melalui penipuan, berkolusi dengan komisioner properti publik dan pihak pencatat tanah Israel,” ucapnya kepada AFP.

Baca juga !