Sat. Jun 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Tottenham Kembali Beraroma Menyerang

2 min read

London –

Tottenham Hotspur kembali ke pakem sepakbola menyerang di bawah Ryan Mason. Hal yang jarang terlihat saat Spurs masih ditukangi Jose Mourinho.

Tottenham berhasil mengalahkan Wolverhampton Wanderers 2-0 di Tottenham Hptspur Stadium pada pekan ke-36 Liga Inggris, Minggu (16/5/2021) malam WIB. Dua gol kemenangan The Lilywhites diciptakan oleh Harry Kane (menit ke-45′) dan Pierre-Emile Hojberg.

Di laga ini, tuan rumah memang tampil begitu dominan. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 63 persen dibanding 37 persen milik Wolves.

Tottenham juga sangat aktif dalam menebar ancaman. Mereka membuat 24 tembakan dengan 13 di antaranya on target. Catatan ini mempertegas tim asal London Utara ini kembali beraroma menyerang di bawah besutan Ryan Mason yang saat ini berstatus caretaker manajer.

Gaya main ini sangat jarang diterapkan oleh manajer sebelumnya Jose Mourinho. Kondisi ini tak lepas karena The Special One lebih banyak mengandalkan serangan balik.

Dikutip dari Opta, Tottenham selama ditangani Jose Mourinho di Liga Inggris tak pernah mencatatkan jumlah shoot dan shoot on target sebanyak di laga kontra Wolves.

Berbeda dengan Mourinho, Mason lebih menekannya kepada Tottenham untuk banyak menguasai bola dalam membangun serangan. Ini terlihat dari empat laga di Liga Inggris bersama pria 29 tahun ini, Tottenham selalu mencatatkan penguasaan bola lebih dari 60 persen kecuali saat tumbang 1-3. dari Leeds United.

Di laga tersebut, Tottenham kalah secara penguasaan bola dengan statistik 53 persen dicatatkan Leeds, sedangkan Tottenham berselisih tipis dengan 47 persen.

Permainan menyerang ini mungkin yang dirindukan fan Tottenham. Terakhir kali, mereka rutin melihat Tottenham tampil dengan pakem menyerang adalah saat dibesut oleh Mauricio Pochettino.

Mason sendiri mengaku puas dengan penampilan menyerang anak asuhan saat menghadapi Wolves. Namun, pria 29 tahun ini tampaknya masih punya pekerjaan rumah untuk memperbaiki efektivitasnya timnya karena dari 24 tembakan hanya dua yang berbuah gol.

“Perlu waktu untuk mengubah banyak hal tetapi para pemain terus ingin belajar dan menjadi lebih baik. Bahkan dengan skor 2-0 kami masih melakukan pressing dan menciptakan peluang,” ujar Mason dikutip dari BBC.

“Itu adalah hal yang paling menyenangkan. Saya yakin beberapa penyerang akan baik-baik saja. Mungkin, mereka kecewa karena tidak mendapatkan lebih banyak gol.”