Sun. Jun 13th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Turki Kutuk Aksi Polisi Israel Terhadap Warga Palestina di Al-Aqsa

2 min read

Ankara –

Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan mengutuk bentrok antara polisi Israel dan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yarusalem. Erdogan menyebut tindakan polisi itu sebagai ‘serangan keji Israel‘.

Dilansir AFP, Minggu (9/5/2021) lebih dari 200 orang terluka ketika polisi anti huru-hara Israel bentrok dengan warga Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa Jumat malam. Peristiwa ini menutup seminggu kekerasan di Kota Suci dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

“Kami mengutuk keras serangan keji terhadap masjid Al-Aqsa… yang sayangnya dilakukan setiap Ramadhan,” kata Erdogan di Twitter.

“Kami akan terus berada di sisi saudara dan saudari Palestina dalam segala situasi,” kata Erdogan.

Menteri luar negeri Turki pada Jumat waktu setempat mendesak pemerintah Israel untuk mengakhiri kebijakan “agresif dan provokatif” terhadap Palestina.

Sementara itu di Turki, sekitar 300 orang berdemonstrasi pada hari Sabtu di luar konsulat Israel di Istanbul. Aksi itu untuk mendukung orang-orang Palestina di Yerusalem.

Protes itu diorganisir oleh LSM pro-pemerintah bernama IHH yang mengawasi armada kapal yang mencoba mendobrak blokade Israel di Jalur Gaza pada tahun 2010.

Sejak itu hubungan antara Turki dan Israel tegang dengan duta besar ditarik pada 2018 setelah kematian pengunjuk rasa Palestina di daerah kantong.

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.Sebelumnya, bentrokan berdarah antara polisi Israel dengan warga Palestina yang ada di masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5/2021), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan.