Sat. May 8th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Tutupi Hasil Tes Corona Sebab HRS Ogah Dipelintir ‘Tinggal Tunggu Mati’

3 min read

 

Habib Rizieq Shihab (HRS) sempat berkelit terkait hasil tes swab PCR Corona (COVID-19). Namun, Habib Rizieq buka-bukaan soal alasannya selama ini ogah publikasi hasil tes sendiri.

Habib Rizieq bersama menantunya, Hanif Alatas, dan Direktur Utama (Dirut) RS Ummi, Andi Tatat, kembali menghadap majelis hakim sebagai terdakwa dalam kasus berita bohong terkait hasil tes swab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Rabu (21/4/2021). Kali ini, jaksa penuntut umum menghadirkan enam saksi dokter yang terlibat dalam perawatan Habib Rizieq di RS Ummi.

Relawan MER-C, dr Hadiki Habib, menyampaikan awal mula Habib Rizieq dites swab rapid antigen di kediamannya kawasan Sentul, Bogor pada 23 November 2020. Dari pemeriksaan itu, diketahui Habib Rizieq dan istrinya reaktif.

“Iya. Hasil reaktif. Pada tanggal 23 November,” ujar dr Hadiki dalam persidangan.

Singkat cerita, Habib Rizieq diminta menjalani perawatan di RS Ummi. dr Hadiki menyerahkan urusan perawatan ke dr Nerina Mayakartifa selaku dokter spesialis penyakit dalam di RS Ummi. Saat melakukan ‘operan’ ke dr Nerina, dr Hadiki menyebut Habib Rizieq terkonfirmasi COVID-19.

“Saya memeriksa, awalnya saya dapat operan dr Hadiki yang mengantar Habib Rizieq pada waktu itu. Saya tanya sudah diobati supaya saya tidak mulai dari nol. Operan secara lisan. Saya didampingi dokter jaga, dr Faris. Saya waktu operan bilang ke dr Hadiki, gimana? Sudah terkonfirmasi,” jelas dr Nerina.

Habib Rizieq tidak lagi menjalani pemeriksaan COVID-19 dan hanya menjalani CT scan serta pemeriksaan tubuh lainnya. dr Nerina menyampaikan pula bahwa Habib Rizieq mendapatkan previlege saat dirawat di RS Ummi.

“Ada SOP rumah sakit. Kalau misalnya kebetulan untuk beliau ini kita nyebutnya pasien previlege, tidak lewat IGD, langsung ruang isolasi. Sampai isolasi lakukan protap. Kalau butuh spesialis langsung tentukan. Ada SOP sendiri,” ucapnya.

Habib Rizieq diketahui pula melakukan tes swab PCR pada 27 November 2020 di RS Ummi. Hasil swab itu lalu dibawa ke laboratorium patologi klinik di RSCM dengan nama spesimen Muhammad R. Namun, dr Nuri Dyah selaku dokter spesialis patologi klinik di sana saat itu tidak tahu spesimen itu milik Habib Rizieq.

“Jadi pada 27 November hari Jumat. Petugas kami di pendaftaran laboratorium menerima VTM yang sudah ada bahan swab diantar dokter dari dr Habib Hadiki,” ucap dr Nuri.

dr Nuri mengatakan pihaknya baru melakukan pemeriksaan laboratorium pada tanggal 28 November 2020. Hasilnya, sebut dr Nuri, tes swab atas nama Muhammad R tersebut adalah positif COVID-19.

“Tanggal 28 bahan diterima dikerjakan PCR dan keluar jam 4.00 sore dan hasil itu positif COVID,” ujarnya.

“Atas nama siapa?” tanya jaksa dan dijawab dr Nuri atas nama Muhammad R.

Hasil tes PCR itu baru diketahui pada 30 November 2020. Sayangnya, Habib Rizieq sudah tak lagi menghuni RS Ummi sejak 28 November 2020 malam. Dia bahkan mengakui telah menulis dan menandatangani surat larangan agar data hasil swab tes PCR-nya tidak dibuka tanpa seizinnya.

“Tadi itu dokter sudah ditunjukkan surat dari penuntut umum, surat yang saya buat. Sebetulnya surat itu tidak butuh lagi pembuktian saksi karena saya sudah mengakui. Ya, saya buat surat. Ya, saya tanda tangan. Saya yang melarang itu tim medis maupun dokter untuk membuka hasil lab atau hasil pemeriksaan saya kepada pihak manapun. Ya,” tegas Habib Rizieq.

Habib Rizieq ogah data hasil tes swabnya ini dimanfaatkan para buzzer untuk menyerangnya. Dia bahkan tidak mau dipelintir bahwa dirinya akan segera meninggal karena Corona.

“Jadi tidak boleh ada yang buka hasil pemeriksaan saya kecuali seizin saya. Kalau izin saya silakan untuk dibuka dan disampaikan dr Sarbini (Ketua Presidium MER-C) saya dilindungi UU Kesehatan dan UU Kedokteran bahwa saja menjaga,” ujarnya.

Sidang Habib RizeqSidang Habib Rizeq Foto: dok istimewa/kuasa hukum Habib Rizieq

“Kenapa saya menjaga, karena saya tidak mau data-data saya dipolitisir oleh siapapun. Sebetulnya kalau pihak luar datang baik-baik, nanya baik-baik, saya berikan. Tapi kalau kemudian diteror dengan buzzerbuzzerbuzzer dikerahkan itu dikatakan Habib Rizieq sudah mampus, sudah kronis, sudah kritis, sudah koma, Habib Rizieq ini tinggal nunggu matinya, ini apa,” tambahnya.

Habib Rizieq didakwa menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi. Jaksa menilai perbuatan Habib Rizieq menimbulkan keonaran di masyarakat.

Atas perbuatannya, Habib Rizieq dijerat pasal berlapis. Berikut pasal yang menjerat Habib Rizieq dalam kasus tes swab RS Ummi:

Pertama primer: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.